Kamis, 23 Agustus 2012

ADZAN DAN IQOMAH : Hukum Wanita Adzan

77. SOAL

Bagaimana hukumnya seorang wanita adzan untuk jama'ah wanita dengan mengeraskan suaranya ?

JAWAB

Haram karena menyerupai perilaku laki laki
Keterangan dari Kitab I'anatut Tholibin 1 : 233

وعبارته ؛ (قوله أو جهرا حرم) أى فإن أذَنت للنساء جهرا أى فوق ما يسمعن حرم وقيد الحرمة فى شرح الروض وفى المغنى وفى التحفة بما إذا كان هناك أجنبى يسمع ، ونقل البجيرمى عن م ر ما نصّه ؛ المعتمد الحرمة وإن لم يكن هناك أجنبى ، لأن رفع الصوت بالأذان من وظيفة الرجال ففى رفع صوتها به تشبّه بالرجال وهو حرام ـ ا ه إعانة الطالبين الجزءالأول ص ٢٣٣

® Hasil musyawarah Jam'iyyah Riyadlotut Tholabah ponpes Al-Falah Ploso Mojo Kediri
* Tuhfatur Rohabah 1 : 33

© posted by salafiyyah ma'had

ADZAN DAN IQOMAH : Hukum Adzan Dua Kali Untuk Satu Sholat

76. SOAL

Apakah boleh adzan dua kali untuk satu sholat ?

JAWAB

Haram apabila tidak berfaedah (hajat), kecuali adzan sholat subuh yang memang disunnahkan dua kali sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Rosululloh, begitu pula adzan sholat Jum'at yang disunnahkan dua kali karena dibutuhkan.
Keterangan dari Kitab Al-Qulyubi 1 : 130

وعبارته ؛ قال شيخنا ويحرم تكرير الأذان وليس منه اذان المؤذّنين المعروف ، وبحث العلّامة ابن قاسم عدم الحرمة فى التكرير ان حصلت به الفائدة وهو ظاهر ـ اه القليوبى الجز ءالأول ص ١٣٠

® Hasil musyawarah Jam'iyyah Riyadlotut Tholabah ponpes Al-Falah Ploso Mojo Kediri
* Tuhfatur Rohabah 1 : 33

© posted by salafiyyah ma'had

JAMA' DAN QOSHOR : Dua Marhalah Dalam Hitungan Meter

75. SOAL

Berapa kilometerkah jauhnya bepergian yang memperbolehkan melakukan sholat jama' dan atau qoshor ?

JAWAB

Menurut mayoritas ulama adalah 119,99988 KM.
Sedang menurut Imam Ahmad Husain Al-Mishri adalah 94,590 KM
Keterangan dari Kitab Fathul Qodir




® Hasil musyawarah Jam'iyyah Riyadlotut Tholabah ponpes Al-Falah Ploso Mojo Kediri
* Tuhfatur Rohabah 1 : 32

© posted by salafiyyah ma'had

JAMA' DAN QOSHOR : Kayfiyah Sholat Di Atas Kendaraan

74. SOAL

Bagaimana hukum serta cara sholatnya seorang penumpang kereta api atau kendaraan lainnya yang jakannya berbelok belok, sedangkan bila orang tersebut turun untuk melakukan sholat maka dikhawatirkan akan tertinggal atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ?

JAWAB

Hukumnya tetap wajib sholat, dan cara mengerjakannya sedapat mungkin, namun wajib mengulang sholatnya.
Keterangan dari Kitab Fathul Wahab 1 : 37

وعبارته ؛ نعم ان خاف من نزوله عنها انقطاعا عن رفقته او نحوه صلى عليها واعاد كما مرّ ـ اه
قال فى البجيرمى (قوله كما مرّ) أى فى اول الباب فى قوله فيصلى على حاله ويعيد وجوبا ـ اه فتح الوهاب الجزء الأول ص ٣٧

® Hasil musyawarah Jam'iyyah Riyadlotut Tholabah ponpes Al-Falah Ploso Mojo Kediri
* Tuhfatur Rohabah 1 : 32

© posted by salafiyyah ma'had

JAMA' DAN QOSHOR : Sholat Jama' Qoshor Bagi Orang Yang Selalu Bepergian

73. SOAL

Apakah orang yang selalu bepergian seperti kondektur boleh melakukan sholat qoshor dan atau jama' ?

JAWAB

Boleh, namun yang utama tidak melakukannya.
Keterangan dari Kitab Fathul Wahab 1 : 71

وعبارته ؛ وخرج بزيادتى ولم يختلف فى قصره ما لو اختلف فيه كملاح سافر فى البحر ومعه عياله فى سفينته ومن يديم السفر مطلقا فالإتمام أفضل لأنه وطنه أى الذى هو السفينة ومثله ما لو كان فى البحر . اه فتح الوهّاب الجزءالأول ص ٧١

® Hasil musyawarah Jam'iyyah Riyadlotut Tholabah ponpes Al-Falah Ploso Mojo Kediri
* Tuhfatur Rohabah 1 : 31

© posted by salafiyyah ma'had

JAMA' DAN QOSHOR : Memilih Rute Perjalanan Yang Jauh Bolehkah Melakukan Jama' Qoshor ?

72. SOAL

Seorang yang bepergian ke suatu tempat yang memiliki dua jalur, jalur yang pertama kurang dari dua marhalah (jarak yang diperbolehkan melakukan jama' dan qoshor), sedang jalur yang lain mencapai dua marhalah , kemudian orang tersebut memilih jalur yang kedua.
Apakah orang tersebut boleh melakukan sholat jama' qoshor ?

JAWAB

Boleh, apabila dia memilih jalur yang kedua tersebut karena ada suatu tujuan, seperti ziaroh, atau memilih jalur yang lebih aman.
Keterangan dari Kitab Bujairomi 'Alal Minhaj 1 : 596

وعبارته ؛ أوعدل عنه اليه لغرض غيرالقصر
(قوله أوعدل عنه لغرض غيرالقصر) وصورة المسئلة أنّ مقصَده له طريقان طريق قصير لا يبلغ مرحلتين وطريق طويل يبلغهما فسلك الطويل اه - فتح الوهاب هامش البجيرمى على المنهاج الجزء الأول ص ٥٩٦

® Hasil musyawarah Jam'iyyah Riyadlotut Tholabah ponpes Al-Falah Ploso Mojo Kediri
* Tuhfatur Rohabah 1 : 31

© posted by salafiyyah ma'had

Kamis, 12 Juli 2012

Fatwa Imam Syafi'i Yang Diplesetkan Wahabi

Fatwa Imam Syafi'i :

إذَا وَجَدْتُمْ فِي كِتَابِي خِلَافَ سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُولُوا بِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدَعُوا قَوْلِي

Imam Nawawi dalam kitabnya Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab juz 1/ 104 :

وَرُوِيَ عَنْهُ : إذَا صَحَّ الْحَدِيثُ خِلَافَ قَوْلِي فَاعْمَلُوا بِالْحَدِيثِ وَاتْرُكُوا قَوْلِي ، أَوْ قَالَ : فَهُوَ مَذْهَبِي

Diriwayatkan dari Asy-Syafi'i : " apabila ada hadits shohih yang menyelisihi ucapanku, maka amalkanlah hadits itu dan tinggalkan ucapanku,(atau dalam riwayat lain : "maka itu adalah madzhabku") "

Kata kata diatas sering digunakan sebagai senjata oleh Firqoh An-Najd untuk menyerang pengikut madzhab Syafi'i guna memuluskan aksinya yang menyesatkan.

Disisi lain dalam kalangan awam madzhab Syafi'i sering glagapan dalam menanggapi kata-kata ini yang oleh Firqoh Wahabi memang sengaja dipotong pengambilannya guna membingungkan masyarakaT awam yang pada akhirnya mereka menjadi ragu dalam bermadzhab.

Berikut penjesalan Imam Nawawi dalam kitab Majmu' I / 105 :

وَهَذَا الَّذِي قَالَهُ الشَّافِعِيُّ لَيْسَ مَعْنَاهُ أَنَّ كُلَّ وَاحِدٍ رَأَى حَدِيثًا صَحِيحًا قَالَ : هَذَا مَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ وَعَمِلَ بِظَاهِرِهِ ، وَإِنَّمَا هَذَا فِيمَنْ لَهُ رُتْبَةُ الِاجْتِهَادِ فِي الْمَذْهَبِ عَلَى مَا تَقَدَّمَ مِنْ صِفَتِهِ أَوْ قَرِيبٍ مِنْهُ

"Perkataan Imam Syafi'i ini bukan berarti bahwa setiap orang yang mengetahui hadits shohih (yang sepintas bertentangan dengan fatwanya : ed), maka dia lalu boleh berkata : ini adalah madzhab Imam Syafi'i dan boleh mengamalkan dhohirnya hadits (bukan seperti itu maksudnya),
Sesungguhnya perkataan Imam Syafi'i ini ditujukan bagi orang yang sudah mencapai derajat mujtahid dalam madzhab seperti yang telah dijelaskan sifat-sifatnya atau orang yang hampir mencapai derajat itu"

Nah ...... dari sini kayaknya mulai bisa dipahami apa maksud fatwa tersebut.

Lalu timbul pertanyaan dalam hati, mungkinkah Imam Syafi'i sengaja tidak mengamalkan hadits shohih ?
Pertanyaan ini cukup menggugah image negatif pada beliau mengingat terkadang dijuampai hadits shohih yang sepintas bertentangan dengan fatwanya, untuk menjawabnya mari kita simak lagi penjelasan Kanjeng Imam Nawawi yang terdapat dalam Majmu' I / 104 :

وَكَانَ جَمَاعَةٌ مِنْ مُتَقَدِّمِي أَصْحَابِنَا إذَا رَأَوْا مَسْأَلَةً فِيهَا حَدِيثٌ ، وَمَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ خِلَافُهُ عَمِلُوا بِالْحَدِيثِ ، وَأَفْتَوْا بِهِ قَائِلِينَ : مَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ مَا وَافَقَ الْحَدِيثَ ، وَلَمْ يَتَّفِقْ ذَلِكَ إلَّا نَادِرًا ، وَمِنْهُ مَا نُقِلَ عَنْ الشَّافِعِيِّ فِيهِ قَوْلٌ عَلَى وَفْقِ الْحَدِيثِ

"Jama'ah (perkumpulan) ulama mutaqoddimin dari Ash-habus Syafi'i bila menemukan satu masalah terkait sebuah hadits dan fatwa Imam Syafi'i menyalahi hadits tersebut maka mereka memilih untuk mengamalkan hadits tadi (ash-habus Syafi'iyyah adalah para ulama yang level keilmuannya kurang lebih masih selevel dengan Imam Syafi'i),
Merekapun berfatwa : "Madzhab Syafi'i adalah madzhab yang sesuai (mencocoki) hadits shohih, adapun bila ada yang tidak mencocoki itu adalah sesuatu yang langka (jarang)" , pendapat yang lain mengatakan bahwa madzhab Syafi'i mencocoki hadits shohih".

Pada zaman sekerang ini kalau boleh saya katakan hampir tidak ada (mungkin ada tapi sangat langka) ulama yang derajat keilmuannya seperti Imam Syafi'i (baca : mujtahid muthlaq).
Jangankan sederajat, dibawahnyapun mungkin tidak ada.

وَشَرْطُهُ : أَنْ يَغْلِبَ عَلَى ظَنِّهِ أَنَّ الشَّافِعِيَّ - رَحِمَهُ اللَّهُ - لَمْ يَقِفْ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ أَوْ لَمْ يَعْلَمْ صِحَّتَهُ ، وَهَذَا إنَّمَا يَكُونُ بَعْدَ مُطَالَعَةِ كُتُبِ الشَّافِعِيِّ كُلِّهَا وَنَحْوِهَا مِنْ كُتُبِ أَصْحَابِهِ الْآخِذِينَ عَنْهُ وَمَا أَشْبَهَهَا .

Menurut Imam Nawawi, syarat orang yang boleh mengamalkan fatwa beliau Imam Syafi'i adalah (disamping yang sudah dibahas diatas) bila Imam Syafi'i tidak menetapi (menyalahi) suatu hadits shohih atau tidak mengetahuinya , ini bisa diketahui dengan cara mempelajari semua kitab-kitab karangan beliau dan kitab-kitab karangan ulama madzhab beliau.

وَهَذَا شَرْطٌ صَعْبٌ قَلَّ مَنْ يَتَّصِفَ بِهِ ، وَإِنَّمَا اشْتَرَطُوا مَا ذَكَرْنَا ; لِأَنَّ الشَّافِعِيَّ - رَحِمَهُ اللَّهُ - تَرَكَ الْعَمَلَ بِظَاهِرِ أَحَادِيثَ كَثِيرَةٍ رَآهَا وَعَلِمَهَا ، لَكِنْ قَامَ الدَّلِيلُ عِنْدَهُ عَلَى طَعْنٍ فِيهَا أَوْ نَسْخِهَا أَوْ تَخْصِيصِهَا أَوْ تَأْوِيلِهَا أَوْ نَحْوِ ذَلِكَ .

Syarat ini susah, sedikit orang yang bisa memenuhinya, para ulama mensyaratkan seperti itu karena Imam Syafi'i rohimahulloh secara umum tidak mengamalkan hadits yang beliau ketahui menurut dhohirnya saja, tetapi beliau melihat kaitannya dengan hadits lain, nasakh mansukhnya, 'amm takhshishnya, ta'wilnya dll

Demikian penjelasan Imam Nawai dalam kitab Majmu'nya .
Semoga bisa diambil hikmah .

Imam Tontowi
Tulung Agung 66253

85. HUJAN SAAT SHALAT JUM'AT DIJALAN

📚🅜🅐🅢🅐🅘🅛 🅢🅐🅝🅣🅡🅘📿 PERTANYAAN Kang santri yang shalat jum'atnya di jalan raya tiba-tiba turun hujan. Apa yang harus dilak...